Selasa, 29 November 2011

faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pembangunan kesehatan pada dasarnya menyangkut kesehatan fisik, mental maupun sosial ekonomi yang dalam perkembanganya telah terjadi perubahan orientasi baik nilai maupun pemikiran terutama upaya pemecahan masalah kesehatan, terjadinya pergeseran paradigma dalam pemberian pelayanan kesehatan dari model medikal yang semula menitik beratkan pelayanan pada diagnosis penyakit dan pengobatan ke paradikma sehat yang lebih holistik yang melihat penyakit dan gejala sebagai informasi dan bukan sebagai fokus pelayanan (Cohen, dalam Panduan Munas PPNI 2010).
Data dari badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) pada tahun 2002 menunjukkan bahwa penyakit tidak menular merupakan 43% beban penyakit di Dunia dan menyumbangkan 60% penyebab kematian  di seluruh dunia. Diperkirakan pada tahun 2020 penyakit tidak menular (PTM) menjadi 73% penyebab kematian dan 60% beban penyakit di dunia (Utama, 2008).
Hipertensi adalah salah satu gangguan kardiovaskular yang paling umum dikenal masyarakat, dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di negara-negara berkembang maupun negara maju. Williams dalam Harisson’s Principles of Internal Medicine menyebutkan 90-95% penyebab hipertensi tidak diketahui dengan pasti (Achmadi, 2008)
Berdasarkan data Lancet, jumlah penderita hipertensi di seluruh dunia terus meningkat (Ramitha, 2008). Di Amerika Serikat sekitar 50 juta penduduk menderita hipertensi. Pada tahun 2002 di Amerika sekitar 49.707 (99,41%) orang meninggal akibat hipertensi. Di Amerika diperkirakan sekitar 64 juta lebih pendudukya yang berusia antara 18 sampai 75 tahun menderita hipertensi, tahun 2005 prevalensi hipertensi sebesar 21,7 %. Prevalensi  hipertensi di Vietnam pada tahun 2004 mencapai 34,5%, Thailand tahun 1989  mencapai 17%, Malaysia  tahun 1996 mencapai 29,9%, Philippina tahun 1993 mencapai  22%, dan Singapura tahun 2004 mencapai  24,9% (Sustrani, Dkk, 2005).
Data World Health Organization (WHO) tahun 2000 menunjukkan, di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni bumi mengidap hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Di Indonesia Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1992 mendapatkan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian kedua (16,6 per 1000 kematian), dan pada SKRT 1995 prevalensi hipertensi adalah 83 % per 1000 anggota rumah tangga. Ini lebih banyak perempuan dari pada pria dan menjadi penyebab pertama kematian di Indonesia (Utama, 2008)
Hipertensi diderita banyak orang yang datang dari berbagai sub kelompok berisiko dalam masyarakat. Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibedakan atas dua yaitu hipertensi primer dan sekunder. (Indriyani, 2009)
Obesitas dapat meningkatkan tekanan darah. Obesitas adalah massa tubuh yang meningkat disebabkan jaringan lemak yang berlebihan. Pada penderita obesitas terjadi hiperinsulinemia  atau insulin didalam darah berlebihan sehingga dapat meningkatkan tekanan  darah (Indriyani, 2009). Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Dari hasil Syrvey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1972,1986 dan 1992 diketahui bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu dari penyakit degeneratif yang sekarang sudah menduduki tempat nomor satu penyebab kematian di Indonesia. Dari berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dislipidemia , diabetes melitus, hipertensi, obesitas dengan penyakit jantung koroner (Azwar, 2004).
Merokok merupakan salah satu faktor risiko tehadap kejadian hipertensi. Merokok dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah 2-10 menit setelah dihisap, kerena merangsang syaraf untuk mengeluarkan hormon yang akan menyebabkan pengerutan pembuluh darah, sehingga tekanan darah akan berubah menjadi naik (Indriyani, 2009).
Selain itu tubuh yang tidak aktif juga merupakan penyebab terjadinya hipertensi. Gerakan fisik misalnya jalan selama 30 menit perhari, jauh lebih baik daripada tidak beraktifitas sama sekali. Latihan fisik yang teratur akan menghasilkan berat badan ideal, tekanan darah ideal, serta meningkatkan HDL kolestrol (Indriyani, 2009).
Upaya penyembuhan hipertensi biasanya diarahkan langsung pada faktor risiko penyebabnya. Tetapi tidak semua faktor risiko dapat diubah karena ada beberapa yang bersifat alami dan pemberian dari Yang Maha Kuasa. Faktor risiko yang tidak dapat diubah yakni keturunan, usia, jenis kelamin dan ras atau etnis. Sedangkan hal-hal yang yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, kadar kolestrol yang tinggi dalam darah, kurangnya aktifitas fisik (kurangnya berolah raga), obesitas, mengkonsumsi alkohol, diet yang salah dan stres) (Suarthana, 2000).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi tenggara, prevalensi kejadian hipertensi tahun 2006 adalah 5,5/1000 penduduk (10.718 kasus) dengan jumlah penduduk 2.031.532 jiwa (Dinkes Prov.Sultra, 2007). Berdasarkan data 10 besar penyakit di kota Kendari, Hipertensi berada pada urutan 9 dengan prevalensi 1,4 % (5.564 kasus) dengan jumlah penduduk 256.975 jiwa (Profil Dinas  Kesehatan Kota Kendari, 2007).
Jumlah kasus Hipertensi di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2008 sebanyak 35.713 kasus. dengan prevalensi sebesar 1,7% dengan jumlah penduduk 2.074.974 jiwa. Tahun 2009 kasus hipertensi mengalami peningkatan dengan total kasus 41.818 kasus dengan prevalensi 2,0% (Dinkes Provinsi Sultra, 2010).
Berdasarkan data yang diperoleh dari buku register Puskesmas Mata Kota Kendari diperoleh data yang menunjukkan bahwa penyakit hipertensi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dimana pada tahun 2008 terdapat 490 penderita, tahun 2009 terdapat 803, tahun 2010 terdapat 231 penderita sedangkan pada bulan Maret tahun 2011 terdapat 37 penderita hipertensi dari 119 pasien yang berkunjung di Puskesmas Mata (Buku Register Puskesmas Mata 2011).
Data tersebut menunjukkan bahwa masalah hipertensi di Puskesmas Mata perlu mendapat perhatian dan penanganan yang baik mengingat angka kunjungan penderita hipertensi di PUSKESMAS Mata yang cukup tinggi. Meskipun upaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi, akan tetapi kecenderungan penderita hipertensi bertambah banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, obesitas, faktor genetis, dan kebiasaan berolah raga.
Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik melakukan penelitian Dengan judul ”Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Mata Kota Kendari Tahun 2011”
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada Penelitian ini adalah:
1.    Apakah olah raga merupakan faktor risiko terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2011.
2.    Apakah perilaku merokok merupakan faktor risiko terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Mata Kota Kendari  tahun 2011
3.    Apakah obesitas merupakan faktor risiko terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2011
C.   Tujuan Penelitian
        1.    Tujuan Umum
Untuk Mengetahui faktor risiko kejadian hipertensi di Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2011.
        2.    Tujuan Khusus
a.    Untuk mengetahui olah raga sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi di Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2011.
b.    Untuk mengetahui perilaku merokok sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi di Puskesmas Mata Kota Kendari  tahun 2011
c.    Untuk mengetahui obesitas sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi di Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2011

D.   Manfaat Penelitian
1.  Bagi Peneliti.
Merupakan pengalaman berharga bagi penulis dalam memperluas wawasan dan pengetahuan tentang penyakit hipertensi melalui penelitian lapangan.
2.  Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai sumbangan pemikiran atau bahan bacaan mahasiswa pada perpustakaan STIKES M-W Kendari.
3.  Bagi Profesi.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bagi pengembangan ilmu keperawatan.
4.  Bagi Instansi Tempat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi Puskesmas Mata Kota Kendari dalam penentuan arah kebijakan program penanggulangan penyakit hipertensi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar